Showing posts with label cinderella. Show all posts
Showing posts with label cinderella. Show all posts

Saturday, October 31, 2009

Dongeng Anak: Mia dan Si Kitty


Mia adalah seorang anak yang baik hati. Ia tinggal bersama orangtuanya di suatu
desa. Karena ramah dan baik hati, ia mempunyai banyak
teman di lingkungan rumah maupun sekolahnya. Mia adalah
anak terkecil diantara 4 bersaudara. Setiap harinya, Mia
dan kakak-kakaknya selalu diajari kedisiplinan dan budi
pekerti oleh orangtuanya.
Mia sangat senang dengan
binatang. Binatang yang ada di rumahnya, dipeliharanya
dengan rajin. Sudah lama Mia ingin memelihara kucing,
tetapi Ibunya melarang binatang peliharaan yang dipelihara
di dalam rumah karena membua
t rumah kotor.
Suatu hari, Mia sedang pergi menuju sekolahnya. Ia pergi ke sekolah dengan berjalan
kaki. Jarak antara rumah dan sekolahnya tidak terlalu jauh hanya 300 meter. Di tengah
jalan, ia melihat seekor anak kucing yang masih kecil terjatuh ke dalam selokan. Mia
merasa kasihan dengan anak kucing itu. Lalu ia mengangkat anak kucing itu dari selokan
dan menaruhnya di tempat yang aman kemudian Mia melanjutkan perjalanannya ke
sekolah. Bel tanda masuk berbunyi. Mia dan teman-temannya segera masuk ke kelas.
Di sekolahnya, Mia termasuk anak yang cerdas. Ia selalu masuk dalam rangking 3 besar.
Ia sering mengadakan kelompok belajar bersama
teman-temannya di waktu istirahat
maupun setelah pulang dari sekolah. Dalam kelompok belajar itu, mereka membahas
pelajaran yang telah mereka dapatkan dan juga membahas pekerjaan rumah yang
diberikan oleh guru. Kriiingg... Bel tanda waktu pulang berbunyi! Mia dan teman-temannya
segera bergegas membereskan buku-bukunya dan segera keluar ruangan.
Di perjalanan pulang, ketika sedang mengobrol dengan teman-temannya, Mia melihat anak
kucing yang tadi pagi dilihatnya dalam selokan. Anak kucing itu mengeong-ngeong sambil
terus mengikuti Mia. Mia tidak sadar ia diikuti oleh anak kucing itu. Sesampainya di
rumah, ketika akan menutup pintu, Mia terkejut karena ada anak kucing mengeong
sekeras-kerasnya. Mia baru menyadari kalau anak kucing yang ditolongnya, mengikutinya
sampai rumah.
Mia mohon pada Ibunya, agar ia di izinkan memelihara kucing kecil itu. "Tidak boleh!,
nanti hewan itu membuat kotor rumah", ujar Ibu Mia. "Tapi bu, kasihan kucing ini! ia tidak
punya tempat tinggal dan tidak punya orangtua", kata Mia. Setelah beberapa saat,
akhirnya Ibu membolehkan Mia memelihara kucing dengan syarat binatang itu tidak boleh
ditelantarkan dan jangan sampai mengotori rumah.
Sejak saat itu, Mia memelihara anak kucing itu. Setiap hari ia memberi minum dan makan
anak kucing itu. Lama-lama Mia menjadi sangat sayang dengan anak kucing itu. Mia
memberi nama anak kucing itu Kitty. Semenjak dipelihara Mia, Kitty menjadi bersih dan
gemuk, bulunya yang berbelang tiga membuatnya tambah lucu.
Beberapa bulan kemudian, Si Kitty menjadi besar. Suatu hari, Mia melihat seekor burung
kutilang yang tergeletak di halaman rumahnya. Mia mendekati burung kutilang itu dan
mengangkatnya. Ternyata burung kutilang itu terluka sayapnya dan tidak bisa terbang.
Mia merawat burung itu dengan penuh kasih sayang. Si Kitty merasa cemburu karena
merasa Mia menjadi lebih sayang pada burung kutilang daripadanya. Padahal Mia tetap
menyayangi si Kitty. Karena merasa tidak diperhatikan lagi, setiap Mia tidak ada, si Kitty
selalu menakut-nakuti burung kutilang tersebut.
Setelah dirawat Mia selama seminggu, burung kutilang itu jadi sembuh. Beberapa hari
kemudian, ketika Mia baru pulang dari sekolah, ia melihat pintu kandang burung
kutilangnya terbuka dan ada bercak darah di bawah kandang burung kutilangnya. Mia
berpikir jangan-jangan si Kitty memakan burung Kutilangnya. Ketika melihat si Kitty, Mia
jadi lebih curiga karena pada mulut si Kitty terdapat bercak darah. Karena saking
kesalnya, Mia mengambil sapu dan mengejar si Kitty untuk dipukul. Si Kitty segera berlari
masuk ke kolong tempat tidur.
Ketika melihat ke kolong Mia sangat terkejut karena ada seekor ular yang sudah mati di
bawah kolong tempat tidurnya. Akhirnya Mia sadar, si Kitty telah menyelamatkannya
dengan menggigit ular tersebut. Mia baru ingat kalau ia lupa menutup pintu sangkar
burungnya. Mia menyesal ketika ingat akan memukul si Kitty. Padahal kalau tidak ada si
Kitty mungkin ular tersebut masih hidup dan bisa mencelakainya. Akhirnya Mia sadar akan
kesalahannya dan memeluk si Kitty dengan erat. Sejak kejadian itu, Mia jadi lebih sayang
dengan Si Kitty.

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Blog Matahati
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Baca Selengkapnya »»

Wednesday, October 28, 2009

Kumpulan Dongeng: Jack dan Pohon Kacang

Dahulu, ada seorang ibu dan anak muda yang tinggal di
sebuah desa. Anak muda tersebut bernama Jack. Kehidupan
mereka tergolong miskin. Harta mereka yang ada hanya
seekor sapi, yang lama kelamaan produksi susunya semakin
berkurang. Menyadari hal itu, sang ibu pun berencana
menjual sapi yang mereka miliki, kemudian uangnya
akan dipergunakan untuk membeli gandum. Rencananya, gandum tersebut akan ditanam di
ladang dekat rumah mereka.
Keesokan harinya, Jack membawa sapi miliknya ke pasar. Di tengah jalan menuju ke pasar,
Jack bertemu dengan seorang kakek. Sang kakek menegurnya, "Hai Jack, maukah engkau
menukar sapimu dengan kacang ajaib ini?". "Apa, menukar sebutir kacang dengan sapiku?"
kata Jack terkejut. "Jangan menghina, ya! Ini adalah kacang ajaib. Jika kau menanamnya
dan membiarkannya semalam, maka pagi harinya kacang ini akan tumbuh sampai ke langit,
kata kakek itu menjelaskan. "Jika begitu baiklah," jawab Jack.
Sesampainya di rumah, Ibu Jack sangat terkejut dan
marah. "Benar-benar bodoh kau! Bagaimana mungkin kita
hidup hanya dengan sebutir biji kacang?" Saking marahnya,
sang Ibu melempar
biji kacang tersebut keluar jendela.
Tapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ternyata ada
pohon raksasa yang tumbuh sampai mencapai langit. "Wah,
ternyata benar apa yang
dikatakan oleh kakek itu, gumam Jack". Lalu dengan hatihati
ia langsung memanjat pohon raksasa itu. "Aduh,
mengapa tidak sampai juga ke ujung pohon ya?" kata Jack
dalam hati. Tidak berapa lama kemudian, Jack melihat ke
bawah. Ia melihat rumah-rumah menjadi sangat kecil.
Akhirnya Jack sampai ke awan. Di sana ia bisa melihat
sebuah istana raksasa yang mengerikan. "Aku
haus dan lapar, mungkin di istana itu aku menemukan makanan," gumam Jack. Sesampainya
di depan pintu istana, ia mengetuknya dengan keras. "Kriek..." pintu yang besar itu
terbuka. Ketika ia menengadah, muncul seorang wanita yang besar. "Ada apa nak?", kata
wanita itu. "Selamat pagi, saya haus dan lapar, bolehkah saya minta sedikit makanan?"
Wah, kau anak yang sopan sekali. Masuklah! Makan di dalam saja, ya!" kata wanita itu
ramah.
Ketika sedang makan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang keras, Duk Duk!
Ternyata suami wanita itu yang datang. Ia adalah Raksasa Pemakan Manusia. Dengan
cepat wanita itu berkata pada Jack. "Nak, cepatlah
sembunyi! Suamiku datang." "Huaaa!. Aku pulang. Cepat
siapkan makan!" teriak raksasa itu. Jack menahan nafas di
dalam tungku. Raksasa itu tiba-tiba mencium bau manusia.
Lalu ia mengintip ke dalam tungku. Cepat-cepat istrinya
berkata,"Itu bau manusia yang kita bakar kemarin.
Sudahlah tenang saja. Ini makanannya sudah siap."
Setelah makan, raksasa mengeluarkan pundi-pundi yang berisi uang emas curiannya,
sambil meminum minuman keras. Lalu ia mulai menghitung Tak berapa lama ia mabuk dan
akhirnya tertidur. Melihat hal itu, Jack segera keluar dari persembunyiannya. Sebelum
pulang, ia mengambil uang emas hasil curian si raksasa itu sambil berjalan mengendapendap.
Jack terus menuruni pohon kacang dan akhirnya sampai di
rumah. "Ibu! lihatlah emas ini. Mulai sekarang kita jadi
orang kaya." "Tak mungkin kau mendapat uang sebanyak ini
dengan mudah. Apa yang kamu lakukan?" Lalu Jack
menceritakan semua kejadian pada ibunya. "Kau terlalu
berani Jack! Bagaimana jika raksasa itu datang untuk
mengambilnya kembali," kata ibunya dengan
kuatir. Semenjak mendapatkan uang emas, tiap harinya Jack hanya bersantai-santai saja
dengan uang curiannya.
Tidak berapa lama, uang hasil curiannya pun habis. Jack kembali memanjat pohon kacang,
untuk menuju ke istana. "Eh kau datang lagi. Ada apa?" kata istri raksasa itu. "Selamat
siang Bu. Karena saya belum makan dari pagi, perutku jadi lapar sekali." Ibu yang baik itu
diam saja, tapi ia tetap memberi Jack makan siang. Tiba-tiba. Duk Duk Duk! Terdengar
suara langkah kaki raksasa. Seperti dulu, Jack kembali bersembunyi di tungku.
Setelah masuk ke rumahnya, raksasa itu makan dengan lahapnya. Setelah itu ia
meletakkan ayam hasil curiannya ke atas meja sambil berkata, "Ayam, keluarkan telur
emasmu." Lalu ayam itu berkokok, "kukuruyuuk.," ia mengeluarkan sebutir telur emas.
Raksasa merasa puas, ia minum sake sampai akhirnya tertidur. "Telur emas? Wah hebat!"
pikir Jack. Diam-diam ia menangkap ayam itu dan cepat-cepat lari pulang ke rumah.
Dengan ayam petelur emasnya, Jack kembali bersantai-santai saja. "Daripaada kau
mencuri, lebih baik bekerja di ladang saja", kata Ibu Jack. Karena tiap hari ayam itu
mengeluarkan telur lebih dari seharusnya, ayam itupun mati. Jack kembali lagi ke istana
raksasa itu. Dan lagi-lagi ia bersembunyi di tungku, ketika raksasa laki-laki pulang sambil
membawa harpa. Sambil minum sake, raksasa berkata," Hai harpa, mainkan sebuah melodi
yang indah." Keajaiban pun terjadi, harpa itu memainkan sendiri sebuah melodi indah.
Lagu itu membuat sang raksasa tertidur.
Jack mempunyai niat mencuri harpa itu. Ia pun mengulurkan tangannya, tapi "Tuan, ada
pencuri!" tiba-tiba harpa itu berteriak. Raksasa itu pun terbangun. Ia segera mengejar
Jack yang berlari sambil membawa harpa milik raksasa itu. Raksasa terus mengejar,
menuruni pohon kacang. Ketika hampir sampai di bawah, Jack berteriak dengan suara
kera. "Ibuu!. Ambilkan kapak dari gudang! cepat! cepat! Betapa terkejutnya sang Ibu
melihat sosok raksasa yang datang mengejar Jack, ia gemetar karena amat takut. Begitu
turun dari pohon, Jack segera menebang pohon kacang itu dengan kapaknya.
Dengan suara yang keras, pohon kacang rubuh. Raksasa itu pun jatuh ke tanah, dan mati.
Ibu sangat lega melihat Jack selamat. Sambil mengangis ia berkata : "Jack, jangan lagi
kau melakukan hal yang menyeramkan seperti ini. Betapapun miskinnya kita bekerjalah
dengan sungguh-sungguh. Dengan bersyukur kepada Tuhan, pasti kita berdua akan hidup
dengan baik." "Maafkan saya Ibu, mulai sekarang saya akan bekerja dengan sungguhsungguh,
kata Jack pada Ibunya."
Sejak saat itu, Jack bekerja dengan rajin setiap harinya.
Di sebelahnya, harpa memainkan melodi-melodi indah yang
menambah semangat kerja Jack. Cerita tentang harpa
ajaib telah menyebar ke seluruh pelosok negeri. Pada suatu
hari, seorang putri cantik datang mengunjungi Jack. Tidak
seperti biasanya, harpa memainkan sebuah melodi indah
yang membuat sang Putri terpeso
na. Lalu harpa bernyanyi : "Kalau Putri dan Jack menikah, akan berbahagia." Mendengar
lagu itu, pipi sang Putri memerah. Akhirnya Jack menikah dengan Putri yang cantik
tersebut berkat bantuan harpanya. Sejak saat itu Jack menjadi seorang raja yang suka
menolong orang-orang yang kesusahan.
HIKMAH :
Bekerja keras jauh lebih baik daripada mendapatkah barang atau uang dari hasil
curian.

Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Blog Matahati
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog
Baca Selengkapnya »»

Kumpulan Dongeng: Cinderella


Di sebuah kerajaan, ada seorang anak perempuan yang
cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua
kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia.
Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh
perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi
makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya
yang jahat memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. "Nama yang cocok buatmu !" kata
mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan
surat undangan pesta dari Istana. "Asyik! kita akan pergi dan berdandan secantikcantiknya.
Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira", kata mereka. Hari yang
dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela
sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana.
"Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?", kata kakak
Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeraskerasnya
karena hatinya sangat kesal. "Aku tidak bisa pergi ke istana dengan
baju kotor
seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. "Cinderela,
berhentilah menangis." Ketika Cinderela berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum
dengan ramah. "Cinderela bawalah empat ekor tikus dan
dua ekor kadal." Setelah semuanya dikumpulkan
Cinderela, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke
kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil
menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikustikus
berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadalkadal
berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir,
Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan
memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya
seperti kupu-kupu. Peri berkata, "Cinderela, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah
lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah
malam. "Ya Nek. Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat
membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula
istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderela. Mereka sangat
kagum dengan kecantikan Cinderela. "Cantiknya putri itu! Putri dari negara mana ya ?"
Tanya mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri yang cantik,
maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya!," kata Cinderela sambil mengulurkan
tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan
kedua kakak Cinderela yang berada di situ tidak menyangka kalau putri yang cantik itu
adalah Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela. "Orang seperti andalah yang saya idamkan
selama ini," kata sang Pangeran. Karena bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam mulai
berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,". Cinderela menarik
tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana.
Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi
Cinderela tidak memperdulikannya, ia terus berlari.
Pangeran mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak
Cinderela. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca
kepunyaan Cinderela. Pangeran mengambil sepatu itu. "Aku
akan mencarimu," katanya bertekad dalam hati. Meskipun
Cinderela kembali menjadi gadis yang
penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak
gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka,
tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela.
"Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para pengawal.
Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka
tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal
melihat Cinderela. "Hai kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi
marah," tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan kakinya.
Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu," seru pengawal gembira.
"Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya.
"Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah menjadi seorang Putri yang
memakai gaun pengantin. "Pengaruh sihir ini tidak akan
hilang walau jam berdentang dua belas kali", kata sang
peri. Cinderela diantar oleh tikus-tikus dan burung yang
selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana,
Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia.
Akhirnya Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup
berbahagia.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Kumpulan dongeng anak
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Baca Selengkapnya »»

Dongeng Anak: Gonbe dan 100 Itik


Di sebuah desa, tinggal seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang bernama Gonbe.
Mereka hidup dari berburu itik. Setiap berburu, ayah Gonbe hanya menembak satu ekor
itik saja. Melihat hal tersebut Gonbe bertanya pada ayahnya, "Kenapa kita hanya
menembak satu ekor saja Yah?", "Karena kalau kita membunuh semua itik, nanti itik
tersebut akan habis dan tidak bisa berkembang biak, selain itu kalau kita membunuh itik
sembarangan kita bisa mendapat hukuman."
Beberapa bulan kemudian, ayah Gonbe jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sejak
saat itu, Gonbe berburu itik sendirian dan menjualnya. Lama kelamaan, Gonbe bosan
dengan pekerjaannya, ia mendapatkan sebuah ide. Keesokan hariya, Gonbe datang ke
danau yang sudah menjadi es. Ia menebarkan makanan yang sangat banyak
untuk itik-itik. Tak berapa lama, itik-itik mulai
berdatangan dan memakan makanan yang tersebar.
Karena kekenyangan, mereka tertidur. Gonbe segera
mengikat itik-itik menjadi
satu. Ia mengikat 100 itik
sekaligus. Ketika itik ke seratus akan di ikatnya, tibatiba
itik-itik tersebut terbangun dan segera terbang.
Gonbe yang takut kehilangan tangkapannya, segera
memegang tali yang diikatkannya ke itik tersebut. Karena
banyaknya itik yang diikat, Gonbe terangkat dan terbawa ke atas. Gonbe terus terbang
terbawa melewati awan. Di awan tersebut Ayah dan anak halilintar sedang tidur dengan
nyenyak. "Dugg!", kaki Gonbe tersandung badan ayah halilintar. Ayah halilintar terbangun
sambil marah-marah, ia segera mengeluarkan halilintarnya yang kemudian menyambar talitali
yang mengikat itik-itik itu."
Gonbe jatuh ke dalam laut! Ia jatuh tepat di atas kepala Naga laut yang berada di
Kerajaannya. Naga laut menjadi marah dan mulai memutar-mutar ekornya, lalu
memukulkannya ke Gonbe. Gonbe terbang lagi dari dalam laut. Akhirnya Gonbe jatuh
ke tanah dengan kecepatan tinggi. Akhirnya Gonbe jatuh ke
atap jerami rumah seorang pembuat payung. "Kamu tidak
apa-apa?", Tanya si pembuat payung sambil menolong
Gonbe. "Maaf atap anda jadi rusak. Berilah pekerjaan pada
saya untuk mengganti kerugian anda". "Kebetulan, aku
memang sedang kekurangan tenaga pembantu", kata
pembuat payung.
Sejak itu Gonbe menjadi rajin membuat payung. Suatu hari,
ketika sedang mengeringkan payung di halaman, datang
angin yang sangat kencang. Karena takut payungnya
terbang, Gonbe segera menangkap payung tersebut. Tetapi
payung tersebut terus naik ke atas bersama Gonbe. Dengan
tangan gemetaran Gonbe terus memegang payung sambil
terus terbang dengan payungn
ya hingga melewati beberapa kota. Payung tersebut akhirnya robek karena tersangkut
menara dan pohon-pohon. Gonbe pun jatuh. Untungnya ia jatuh tepat di sebuah danau.
Gonbe merasa lega. Tidak berapa lama tiba-tiba kepala Gonbe di patuk oleh sekawanan
hewan. "Lho ini kan itik-itik yang aku ikat dengan tali. Ternyata benar ya, kita tidak boleh
serakah menangkap sekaligus banyak." Akhirnya Gonbe melepaskan tali-tali yang mengikat
kaki-kaki itik tersebut dan membiarkan mereka terbang dengan bebas.
HIKMAH :
Kita tidak boleh menjadi orang yang tamak dan serakah serta kikir. Cerita di atas
menggambarkan adanya hukuman bagi orang yang tamak serta melanggar ketentuan
yang sudah ada.
Penting!! Perlu Anda Baca:
@ Blog Matahati
@ Bukan Berita Biasa
@ Trik dan rumus matematika
@ Catatan dan Ulasan Seputar dakwah
@ Tips dan Trik belajar yang efektif
@ Review dan Ulasan pertandingan Juventus
@ Pasang Iklan gratis
@ Kumpulan widget gratis
@ Seputar hukum dan kisah-kisah sedekah
@ Seputar Koleksi Buku
@ Seputar Resensi Buku
@ Kumpulan tutorial Blog

Baca Selengkapnya »»